bencana alam disana sini
apakah karena alam terlalu diekploitasi karena ,
ketamakan manusia
atau karena manusia semakin tidak peduli dengan alam
dan mungkin juga mulai banyak yang lupa
untuk mencintai Sang Pencipta dari ciptaanNya
Minggu, 04 Oktober 2009
Bahagia yang sederhana
Anak kecil di bak terbuka itu,
tetap tersenyum
wajahnya tetap menggambarkan kebahagian
tetap sabar meskipun didera panas matahari siang bolong
kehausan dan mungkin lapar juga
semua itu karena ia bisa jalan-jalan keluar dari kesehariannya
tetap tersenyum
wajahnya tetap menggambarkan kebahagian
tetap sabar meskipun didera panas matahari siang bolong
kehausan dan mungkin lapar juga
semua itu karena ia bisa jalan-jalan keluar dari kesehariannya
Cinta sesama
Cinta..............................
Sudahkah aku mencintai ?
Jangan berbicara cinta bila,
masih menghitung untung rugi
jangan berbicara cinta bila belum dapat berkorban
Sudahkah aku mencintai ?
Jangan berbicara cinta bila,
masih menghitung untung rugi
jangan berbicara cinta bila belum dapat berkorban
Kamis, 01 Oktober 2009
kehendak
hitamnya rambutmu
adalah milikmu
hitam bercampur uban rambutku
adalah milikku
kehendakmu
bukanlah kehendakku
kamu yang harus berubah
atau aku yang harus mengalah
(21 September 2009)
adalah milikmu
hitam bercampur uban rambutku
adalah milikku
kehendakmu
bukanlah kehendakku
kamu yang harus berubah
atau aku yang harus mengalah
(21 September 2009)
hidup disaat ini
ketika kita duduk
maka kitapun duduk
ketika kita berjalan
maka kitapun berjalan
hanya itu
tidak ada yang lain
tetapi pikiran sering kali tidak menyatu
(19 September 2009)
Minggu, 12 April 2009
Benih-benih yang tumbuh
Rabu, 08 April 2009
Pasrah
kata pasrah, rasanya sudah sering kita ucapkan tanpa menyadari betul maknanya. sampai pada suatu hari ketika aku bertemu dengan sepasang lansia mantan petugas kebersihan yang sekarang menjadi peminta-minta jatuh sakit, pada waktu itu yang sakit adalah suaminya, dadanya sakit sampai tidak bisa tidur menurut dugaanku dia kena serangan jantung sehingga perlu dirawat dirumah sakit. tetapi anjuranku agar ia dirawat dirumah sakit dengan fasilitas khusus untuk orang tidak mampu ditolaknya bukan karena bentuk pelayanannya tetapi karena dia mengatakan bahwa umurnya sudah cukup tua dan tidak mau merepotkan siapapun sehingga dia mengatakan pasrah saja pada kehendak Tuhan terserah apa yang akan terjadi.......aku sedikit terhenyak karena kata-kata bapak ini kok sangat berbeda dengan kebanyakan orang yang sangat menghawatirkan kesehatannya sehingga sebentar periksa ini, periksa itu bukan hanya di dalam negeri bahkan kalau perlu ke manca negara, boleh dibilang bisul kecil pun harus diobati di negara tetangga. sehingga begitu ada kelainan menjadi stress luar biasa yang malahan lebih hebat dari penyakitnya sendiri.
Apa yang membuat perbedaan ini..........kesederhanaan mungkin membuat orang lebih mudah untuk berpasrah
Apa yang membuat perbedaan ini..........kesederhanaan mungkin membuat orang lebih mudah untuk berpasrah
Mari kita mulai berbuat baik lagi karena sampai saat ini kita belum berbuat apa-apa
"Mari kita mulai berbuat baik lagi karena sampai saat ini kita belum berbuat apa-apa" merupakan kata-kata santo Fransiskus ketika orang-orang sudah mulai menilainya sebagai orang suci. Bagi aku menunjukan sebuah contoh kerendahan hati dihadapan Allah maupun sesama yang mengajarkan padaku berbuat baik itu sebuah keharusan dimana kadarnya harus menjadi lebih baik dan lebih banyak lagi dari sebelumnya tanpa harus ada rasa kepuasan diri setelah melakukannya tetapi lebih karena memang kita sudah seharusnya melakukan itu dalam usaha memuliakan nama Allah semata, bukan demi memenuhi ego pribadi
Senin, 06 April 2009
Meditasi dengan alam
Dengan berbekal tas kecil berisi minuman hangat aku menaiki angkutan umum menuju kaki gunung gede yang cukup kubayar 2000 rupiah saja, aku bukan akan mendaki gunung tetapi ingin menjelajahi kakinya saja sambil membuka diri terutama hati ini untuk bersatu dengan alam.
ketika itu jam baru menunjukan pukul 5 lebih 35 menit, masih cukup banyak embun pagi yang menghalangi pemandangan, setelah turun dari angkutan aku mengambil jalan kecil menuju kebun teh yang dimulai dari jalan beraspal lalu melalui jalan setapak berbatuan, yang agak basah karena hujan kemarin malam ditambah embun pagi, hembusan angin pagi membawa kesegaran dan semangat baru terutama untuk memulai pendakian ini.
Bau tanah dan aroma rumput yang terinjak mendampingiku dalam perjalanan ini, tidak lama kemudian aku sudah berada di ketinggian yang sudah dapat melihat kota Sukabumi, ketika pandanganku kualihkan kesebelah timur , sinar matahari pagi yang baru mulai memancarkan sinarnya terlihat begitu indah dan menghangatkan menembus lapisan halimun yang mulai menipis seakan menyapaku untuk memberi semangat untuk lebih sering melakukan pendakian ini.
Napasku terasa mulai terengah-engah dan keringat mulai membasahi tubuhku tetapi bukan menjadi halangan karena keindahan alam disekelilingku membimbing dan menyemangatiku, iringan suara kicauan burung liar dan sesekali terdengar serangga malam yang kesiangan bangun ditambah celotehan ibu-ibu pemetik teh membuat kelelahanku menjadi tidak berarti.
Sepanjang jalan kucoba untuk tidak memikirkan kerumitan hidup keseharianku tetapi kucoba fokuskan pada langkahku, kucoba merasakan kerasnya batu-batu yang kuinjak, licin dan basahnya tanah yang kulalui, segar dan dinginnya udara yang menyentuhku, serta berbagai suara yang ditimbulkan oleh alam sekitar membuat semuanya terasa singkat ketika mencapai akhir dari pendakian ini yaitu sekitar pondok halimun, aku sengaja mencari tempat yang sepi dan kupilih sebuah batu besar ditengah kali yang mengalir untuk tempatku beristirahat sejenak sambil meminum bekal minuman hangat yang kubawa dengan diiringi gemericik suara air, ternyata minuman yang kubawa terasa menjadi begitu nikmat padahal hanya sekedar teh manis hangat biasa, maka setiap aku meneguknya aku rasakan betul kehangatan yang masuk kedalam tubuhku sambil kurenungkan kembali hasil perjalananku tadi.......luar biasa ternyata alam memberikan daya penyembuhan luar biasa bagi batinku
ketika itu jam baru menunjukan pukul 5 lebih 35 menit, masih cukup banyak embun pagi yang menghalangi pemandangan, setelah turun dari angkutan aku mengambil jalan kecil menuju kebun teh yang dimulai dari jalan beraspal lalu melalui jalan setapak berbatuan, yang agak basah karena hujan kemarin malam ditambah embun pagi, hembusan angin pagi membawa kesegaran dan semangat baru terutama untuk memulai pendakian ini.
Bau tanah dan aroma rumput yang terinjak mendampingiku dalam perjalanan ini, tidak lama kemudian aku sudah berada di ketinggian yang sudah dapat melihat kota Sukabumi, ketika pandanganku kualihkan kesebelah timur , sinar matahari pagi yang baru mulai memancarkan sinarnya terlihat begitu indah dan menghangatkan menembus lapisan halimun yang mulai menipis seakan menyapaku untuk memberi semangat untuk lebih sering melakukan pendakian ini.
Napasku terasa mulai terengah-engah dan keringat mulai membasahi tubuhku tetapi bukan menjadi halangan karena keindahan alam disekelilingku membimbing dan menyemangatiku, iringan suara kicauan burung liar dan sesekali terdengar serangga malam yang kesiangan bangun ditambah celotehan ibu-ibu pemetik teh membuat kelelahanku menjadi tidak berarti.
Sepanjang jalan kucoba untuk tidak memikirkan kerumitan hidup keseharianku tetapi kucoba fokuskan pada langkahku, kucoba merasakan kerasnya batu-batu yang kuinjak, licin dan basahnya tanah yang kulalui, segar dan dinginnya udara yang menyentuhku, serta berbagai suara yang ditimbulkan oleh alam sekitar membuat semuanya terasa singkat ketika mencapai akhir dari pendakian ini yaitu sekitar pondok halimun, aku sengaja mencari tempat yang sepi dan kupilih sebuah batu besar ditengah kali yang mengalir untuk tempatku beristirahat sejenak sambil meminum bekal minuman hangat yang kubawa dengan diiringi gemericik suara air, ternyata minuman yang kubawa terasa menjadi begitu nikmat padahal hanya sekedar teh manis hangat biasa, maka setiap aku meneguknya aku rasakan betul kehangatan yang masuk kedalam tubuhku sambil kurenungkan kembali hasil perjalananku tadi.......luar biasa ternyata alam memberikan daya penyembuhan luar biasa bagi batinku
Minggu, 05 April 2009
Memulai perjalanan
Dari detik ke menit, dari menit ke jam setiap hari kulalui , bila kutengok kebelakang hampir tidak ada yang tersisa seakan hanyut begitu saja terbawa arus waktu untuk mengejar sesuatu yang didepan tanpa tahu pasti apa yang akan kita dapatkan, kesuksesan atau kegagalan, kebahagian atau kesedihan yang kupercaya bahwa semuanya telah direncanakan untukku.
kesadaran ini tidak begitu saja datang padaku tetapi melalui sebuah kebutuhan yang kurasakan bahwa hidup ini bukan suatu yang abadi dan suatu saat ada masanya semua ini harus kutinggalkan dan kembali kepada Sang Pencipta melalui sebuah jalan yang harus kita persiapkan agar jangan terlalu berkelok, terjal bahkan membawa kita kejalan yang menuju jurang kekelaman yang terdalam.
Aku percaya Tuhan memberi begitu banyak kebebasan kepada kita untuk memilih jalan mana yang akan kita tempuh nanti....
roadless journey merupakan kumpulan anak tangga kehidupanku yang memberi warna dan arah perjalanan batin menuju kepada kedewasaan iman dan aplikasinya didunia ini.
Anak tangga ini tidak selalu mulus langsung membawa ketingkat yang lebih tinggi, tetapi kadang sangat licin dan rapuh malahan kadang membawaku berputar putar terlebih dahulu sebelum menemukan petunjuk yang jelas
kesadaran ini tidak begitu saja datang padaku tetapi melalui sebuah kebutuhan yang kurasakan bahwa hidup ini bukan suatu yang abadi dan suatu saat ada masanya semua ini harus kutinggalkan dan kembali kepada Sang Pencipta melalui sebuah jalan yang harus kita persiapkan agar jangan terlalu berkelok, terjal bahkan membawa kita kejalan yang menuju jurang kekelaman yang terdalam.
Aku percaya Tuhan memberi begitu banyak kebebasan kepada kita untuk memilih jalan mana yang akan kita tempuh nanti....
roadless journey merupakan kumpulan anak tangga kehidupanku yang memberi warna dan arah perjalanan batin menuju kepada kedewasaan iman dan aplikasinya didunia ini.
Anak tangga ini tidak selalu mulus langsung membawa ketingkat yang lebih tinggi, tetapi kadang sangat licin dan rapuh malahan kadang membawaku berputar putar terlebih dahulu sebelum menemukan petunjuk yang jelas
Langganan:
Postingan (Atom)