Rabu, 08 April 2009

Pasrah

kata pasrah, rasanya sudah sering kita ucapkan tanpa menyadari betul maknanya. sampai pada suatu hari ketika aku bertemu dengan sepasang lansia mantan petugas kebersihan yang sekarang menjadi peminta-minta jatuh sakit, pada waktu itu yang sakit adalah suaminya, dadanya sakit sampai tidak bisa tidur menurut dugaanku dia kena serangan jantung sehingga perlu dirawat dirumah sakit. tetapi anjuranku agar ia dirawat dirumah sakit dengan fasilitas khusus untuk orang tidak mampu ditolaknya bukan karena bentuk pelayanannya tetapi karena dia mengatakan bahwa umurnya sudah cukup tua dan tidak mau merepotkan siapapun sehingga dia mengatakan pasrah saja pada kehendak Tuhan terserah apa yang akan terjadi.......aku sedikit terhenyak karena kata-kata bapak ini kok sangat berbeda dengan kebanyakan orang yang sangat menghawatirkan kesehatannya sehingga sebentar periksa ini, periksa itu bukan hanya di dalam negeri bahkan kalau perlu ke manca negara, boleh dibilang bisul kecil pun harus diobati di negara tetangga. sehingga begitu ada kelainan menjadi stress luar biasa yang malahan lebih hebat dari penyakitnya sendiri.
Apa yang membuat perbedaan ini..........kesederhanaan mungkin membuat orang lebih mudah untuk berpasrah

1 komentar:

  1. Aku juga terhenyak... Namun bila aku merasakan kendala di tubuhku untuk menjalankan tugas, aku memang berusaha untuk sembuh.

    BalasHapus